Melanjutkan posting sebelumnya tentang wishlist, dengan topik/pelaku yang sama yaitu: Mas Hasan dan salah satu wishlistnya untuk mempunyai sepeda polygon. Nah, setelah wishlist itu dituliskan, apakah wishlist akan selalu/pasti menjadi kenyataan..? Bagaimana mekanisme wishlist menjadi nyata ?
Well, sebenernya, bagaimana wishlist itu bisa terwujud, itu bukanlah tugas kita (manusia), orang bilang. Itu adalah tugas alam/universe, kata “The Secret”. Kalau aku bilang, mewujudkan wishlist seseorang adalah bagian Allah (Allah’s decision). Dan ketika berbicara tentang keputusan Allah, maka berlaku hukum-hukum dan janji-janji Allah, bahkan sebenarnya terserah 1000% kepada Allah. Allah bisa berbuat dan berkehendak semau Allah sendiri, dan Allah tidak akan dipertanyai (dimintai pertanggungjawaban) atas apapun keputusanNYA.
Yang menarik adalah bahwa salah satu hukum/prinsip Allah, sudah pernah disampaikan melalui hadits Rasulullah Muhammad S.A.W. yang intinya adalah: “Aku (Allah) sesuai persangkaan hambaKu”. Dan Allah tidak pernah bohong atau menipu.
Apa maksudnya sih..? Maksudnya adalah, setelah kita membuat wishlist kita tidak lagi abstrak dengan menuliskannya, maka tugas kita adalah Berprasangka Baik Kepada Allah S.W.T. Tugas kita selanjutnya adalah menegaskan/menetapkan perasangka baik bahwa Allah akan mengabulkan wishlist kita segera. Berperasangka baik kepada Allah, wujudnya adalah dengan melakukan usaha/upaya yang sejurus dengan wishlist kita. “The Secret” menyebutnya sebagai selaras atau “alignment”; yaitu selaras antara kegiatan dengan keinginan (wishlist).
Ketika Mas Hasan mempunyai wishlist sepeda polygon, maka ia segera menghitung uang tabungan/simpanannya, berfikir akan menjual sepeda lamanya untuk dibelikan sepeda baru, atau mulai melihat event-event atau kegiatan2 perlombaan yang sesuai dengan umurnya (lomba menggambar misalnya) yang menjanjikan hadiah sepeda polygon. Mas Hasan selalu fokus terhadap keinginannya: sepeda polygon. Segala tipe segala harga, yang penting polygon dan ukurannya sesuai dengan tubuhnya.
Mulailah Mas Hasan mencari gambar tipe-tipe sepeda polygon, dilihatnya bentuk dan warnanya. Cukup sederhana memang apa yang dilakukan Mas Hasan untuk menyelaraskan kegiatannya dengan keinginannya. Untuk melengkapi kegiatan fisiknya, Mas Hasan selalu berdoa tentu saja.
Apa yang terjadi selanjutnya adalah sesuatu yang mungkin diluar dugaan Mas Hasan. Dimulai dg Isteri saya yg menceritakan tentang tugas wishlist Mas Hasan, dan memberitahukan bahwa wishlistnya sudah ditempel di dinding dekat tempatnya belajar. Saya pun tertarik. Saya kemudian membaca wishlistnya, mengomentari sedikit dan mendoakan agar wishlistnya segera terwujud. Ketika Mas Hasan menjawab pertanyaan saya dengan menyebutkan jumlah tabungan/simpanan uangnya, tahulah saya, kalau akan perlu waktu sangat lama baginya untuk mewujudkannya. Dan saya bukanlah tipe orang tua yang suka memanjakan.
Diskusi tentang wishlist Mas Hasan pun terjadi antara saya dengan isteri saya. Singkat cerita, kami sepakat untuk membelikan sepeda polygon yang murah untuk Mas Hasan. Sebenernya, mungkin wishlist, diskusi dan kegiatan/tindakan Mas Hasan memacu saya untuk segera membelikannya sepeda polygon keinginannya. Tetapi, terus terang, waktu menyetujui untuk membeli sepeda tersebut lebih dikarenakan saya diberikan rezeki oleh Allah sehingga mampu/bisa ‘turut berperan’ dalam terwujudnya sepeda polygon wishlist Mas Hasan. Bukan saya yang mewujudkan wishlist itu, saya hanya melakukan sedikit peranan, melainkan Allah yang mewujudkan wishlist itu. Selayaknyalah, jika kemudian Mas Hasan bersyukur kepada Allah, kemudian berterima kasih kepada yang ada di dunia.
Intinya, tulislah wishlist, berperasangka baik-lah kepada Allah melalui selarasnya kegiatan kita, maka peranan demi peranan yang dilakukan orang lain akan memuluskan terwujudnya wishlist2 kita. Karena Allah mampu mengabulkan segala wishlists/permintaan hambaNYA. Dan psikologi orang yang mampu adalah: dia akan malu bila tidak bisa mengejawantahkan ke’mampu’annya itu. Begitu juga Allah Yang Maha Kaya, Allah malu bila tidak mengabulkan memenuhi wishlists hamba-hambaNYA.
Jadi, tulislah wishlists terbaik kita, berperasangka baik dg prasangka terbaik kita kepada Allah, dan saksikan bagaimana peran orang2 di sekitar kita melakukan tugasnya utk mewujudkan wishlist kita itu. Insya Allah..