Transfer SMS Blackberry ke Android

Gara-garanya, ane pakai dua hp: yang satu Blackberry Tour dan Samsung Galaxy S (hasil nyicil ke teman). Nah, pada prakteknya, ane sring tuker2an simcard diantara keduanya, soalnya layanan gprs/3g yang cukup parah di Luwuk saat ini. Akibatnya, sms juga tersebar ke dua hp itu, pdhl ada yg bisnis, teman juga keluarga. Dan celakanya, saya adalah tipe orang yang menyimpan sms forever, kecuali low memory di hp, hp hang n mesti direset, dan alasan-alasan lain yang semacamnya..
Nah, akhirnya, timbul keinginan untuk memindahkan sms yang penting ke Android Samsung Galaxy S, mengingat memory/spacenya yang jauh lebih lapang dibanduingkan BB Tour. Nah, trus, gimana caranya..?
Hasil googling menyimpulkan bahwa hal itu (memindahkan sms dari BB ke Android) bisa dilakukan dengan melalui melakukan backup/transform sms BB ke dalam bentuk CSV (Comma Seperated Value). Trus gimana caranya..?
Sampai sekarang saya belum berhasil memindahkan sms BB saya yang jumlahnya ribuan itu (dan tentu saja bikin BB super lemot) ke Samsung ane. Gara2nya, ada pada software downloadan (shareware/trial/demo) ane yang bisa ane temukan, dimana hanya bisa memindahkan 10 sms ke csv. Padahal yang mau dipindahin sekitar seribu lebih (total semua hampir 4000 sms). Walau demikian, kira2 caranya adalah sbb (yg sudah ane coba aja ya):
1. Convert sms BB ke format CSV
2. Convert CSVnya ke Android
3. Selesai

Software yang sudah ane coba/download (versi trial/demo/shareware)nya antara lain:
1. MagicBerry (Beta)
2. PhoneMiner
3. Berry Extract
4. Blacberry Backup Extractor
5. IPD Decryptor (untuk membuka IPD atau file backup BB yang dipasangi password)
6. VeryAndroid SMS Backup
7. ABC Amber BlackBerry Converter v8.2 portable
8. apalagi ya..

Sebenernya caranya cukup mudah, walau tidak juga sederhana. Tetapi dukungan software menjadi sangat penting, karena dengan software itulah, bisa di-extract isi dari file backup BB yang berekstensi IDP itu.

[lanjutannya nanti ya, moga2 bisa sukses nransfernya..]

One Hand Keyboard

Masih ingat dengan bentuk keyboard yang kebanyakan ada di pasaran..? Ya, yang itu: bentuknya persegi empat, panjang, biasanya berwarna hitam atau putih, atau warna lain2nya ada juga bila ia keyboard yang fleksibel (yg bisa ditekuk), bentuknya kurang menariklah pokoknya atau bahkan mungkin merupakan bagian yang paling tidak menarik dari satu set komputer.
Mungkin memang keyboard tidak menarik secara alamiahnya. Tapi, bisa saja karena kebanyakan memandang keyboard sebagai alat yang cuma untuk mengetik dan dipencet-pencet saja, makanya tidak perlu selera yang macam-macam untuk keyboard. Padahal, keyboard bisa menambahkan pengalaman berkomputer yang lumayan asyik lho.. Mengapa demikian ? Ya, karena para gamer masih memerlukan keyboard untuk menjalankan game-game favoritnya, apatah lagi yang jarang atau tidak pernah ngegame dan menggunakan keyboard hanya untuk bekerja dan bekerja..
Pernahkah terbayang, bahwa keyboard dan kebiasaan mengetik yang salah bisa menyebabkan nyeri di jari dan tangan..? Pernahkah terbayang untuk bisa membawa keyboard kemana2 seperti kita biasa membawa mouse/tetikus di tas laptop atau gadget kita..? Dan, pernahkah terbayang kalau kita bisa pakai keyboard dengan satu tangan dan dengan mudah/fun..?
Nah, kebetulan saya lihat ada bahasan tentang keyboard yang bisa dijalankan dengan satu tangan. Artikelnya ada di Majalah PC Media edisi 09/2011 di halaman 62, silahkan check sendiri di sumbernya ya.. Saya hanya menampilkan gambar keyboardnya disini. Walau masih untuk gaming, tapi tidak tertutup kemungkinan untuk berkembang menjadi full keyboard.

Kaskus Buka Lowongan Pekerjaan

image

Bagi yang sedang mencari pekerjaan, utamanya di bidang internet, silakan untuk mencoba lowongan pekerjaan yang ada di Kaskus yang dimuat di koran Kompas hari Sabtu tgl 1 Oktober 2011. Silakan lihat langsung di sumbernya ya.. Berikut ini foto yang saya ambil, sebagai bukti kalau ini bukan hoax..
Cekidot yourself..

Wishlist Come True ?

Melanjutkan posting sebelumnya tentang wishlist, dengan topik/pelaku yang sama yaitu: Mas Hasan dan salah satu wishlistnya untuk mempunyai sepeda polygon. Nah, setelah wishlist itu dituliskan, apakah wishlist akan selalu/pasti menjadi kenyataan..? Bagaimana mekanisme wishlist menjadi nyata ?
Well, sebenernya, bagaimana wishlist itu bisa terwujud, itu bukanlah tugas kita (manusia), orang bilang. Itu adalah tugas alam/universe, kata “The Secret”. Kalau aku bilang, mewujudkan wishlist seseorang adalah bagian Allah (Allah’s decision). Dan ketika berbicara tentang keputusan Allah, maka berlaku hukum-hukum dan janji-janji Allah, bahkan sebenarnya terserah 1000% kepada Allah. Allah bisa berbuat dan berkehendak semau Allah sendiri, dan Allah tidak akan dipertanyai (dimintai pertanggungjawaban) atas apapun keputusanNYA.
Yang menarik adalah bahwa salah satu hukum/prinsip Allah, sudah pernah disampaikan melalui hadits Rasulullah Muhammad S.A.W. yang intinya adalah: “Aku (Allah) sesuai persangkaan hambaKu”. Dan Allah tidak pernah bohong atau menipu.
Apa maksudnya sih..? Maksudnya adalah, setelah kita membuat wishlist kita tidak lagi abstrak dengan menuliskannya, maka tugas kita adalah Berprasangka Baik Kepada Allah S.W.T. Tugas kita selanjutnya adalah menegaskan/menetapkan perasangka baik bahwa Allah akan mengabulkan wishlist kita segera. Berperasangka baik kepada Allah, wujudnya adalah dengan melakukan usaha/upaya yang sejurus dengan wishlist kita. “The Secret” menyebutnya sebagai selaras atau “alignment”; yaitu selaras antara kegiatan dengan keinginan (wishlist).
Ketika Mas Hasan mempunyai wishlist sepeda polygon, maka ia segera menghitung uang tabungan/simpanannya, berfikir akan menjual sepeda lamanya untuk dibelikan sepeda baru, atau mulai melihat event-event atau kegiatan2 perlombaan yang sesuai dengan umurnya (lomba menggambar misalnya) yang menjanjikan hadiah sepeda polygon. Mas Hasan selalu fokus terhadap keinginannya: sepeda polygon. Segala tipe segala harga, yang penting polygon dan ukurannya sesuai dengan tubuhnya.
Mulailah Mas Hasan mencari gambar tipe-tipe sepeda polygon, dilihatnya bentuk dan warnanya. Cukup sederhana memang apa yang dilakukan Mas Hasan untuk menyelaraskan kegiatannya dengan keinginannya. Untuk melengkapi kegiatan fisiknya, Mas Hasan selalu berdoa tentu saja.
Apa yang terjadi selanjutnya adalah sesuatu yang mungkin diluar dugaan Mas Hasan. Dimulai dg Isteri saya yg menceritakan tentang tugas wishlist Mas Hasan, dan memberitahukan bahwa wishlistnya sudah ditempel di dinding dekat tempatnya belajar. Saya pun tertarik. Saya kemudian membaca wishlistnya, mengomentari sedikit dan mendoakan agar wishlistnya segera terwujud. Ketika Mas Hasan menjawab pertanyaan saya dengan menyebutkan jumlah tabungan/simpanan uangnya, tahulah saya, kalau akan perlu waktu sangat lama baginya untuk mewujudkannya. Dan saya bukanlah tipe orang tua yang suka memanjakan.
Diskusi tentang wishlist Mas Hasan pun terjadi antara saya dengan isteri saya. Singkat cerita, kami sepakat untuk membelikan sepeda polygon yang murah untuk Mas Hasan. Sebenernya, mungkin wishlist, diskusi dan kegiatan/tindakan Mas Hasan memacu saya untuk segera membelikannya sepeda polygon keinginannya. Tetapi, terus terang, waktu menyetujui untuk membeli sepeda tersebut lebih dikarenakan saya diberikan rezeki oleh Allah sehingga mampu/bisa ‘turut berperan’ dalam terwujudnya sepeda polygon wishlist Mas Hasan. Bukan saya yang mewujudkan wishlist itu, saya hanya melakukan sedikit peranan, melainkan Allah yang mewujudkan wishlist itu. Selayaknyalah, jika kemudian Mas Hasan bersyukur kepada Allah, kemudian berterima kasih kepada yang ada di dunia.

Intinya, tulislah wishlist, berperasangka baik-lah kepada Allah melalui selarasnya kegiatan kita, maka peranan demi peranan yang dilakukan orang lain akan memuluskan terwujudnya wishlist2 kita. Karena Allah mampu mengabulkan segala wishlists/permintaan hambaNYA. Dan psikologi orang yang mampu adalah: dia akan malu bila tidak bisa mengejawantahkan ke’mampu’annya itu. Begitu juga Allah Yang Maha Kaya, Allah malu bila tidak mengabulkan memenuhi wishlists hamba-hambaNYA.

Jadi, tulislah wishlists terbaik kita, berperasangka baik dg prasangka terbaik kita kepada Allah, dan saksikan bagaimana peran orang2 di sekitar kita melakukan tugasnya utk mewujudkan wishlist kita itu. Insya Allah..

Wishlists

Ada yang bilang bahwa seseorang itu bisa sukses karena ia mempunyai cita-cita atau keinginan yang ingin dicapai. Dan saya setuju dengan hal ini 100%. Sukses memang secara gampang bisa diartikan sebagai tercapai apa yang diinginkan.
Namun keinginan manusia itu amat sangat banyak. Maklum saja, karena manusia adalah makhluk sosial yang keberadaannya dipengaruhi dan mempengaruhi orang dan lingkungan di sekitarnya. Keinginan yang banyak dan beragam ini dapat menimbulkan kesulitan bagi seseorang untuk mencapai kesuksesan. Apa pasal ? Ya, fokus. Keinginan yang berlimpah menyebabkan seseorang susah untuk fokus dengan apa yang ingin diraihnya. Apa sebab? Jawaban yang paling sederhana adalah karena keinginan itu masih abstrak, ia masih berada di awang-awang, masih sangat mudah untuk berubah dan teralihkan. Itulah sebabnya keinginan-keinginan itu perlu DITULISKAN. Ya, dituliskan.
Mungkin sudah banyak yang menyarankan untuk menuliskan keinginan atau cita-cita kita di atas selembar kertas, ditempel, dan dibaca berulang-ulang sebagai afirmasi bagi diri sendiri. Sudah banyak buku dan pembicara yang menyarankan hal ini. Kali ini saya menyebutnya dengan WISHLISTS. Sebuah daftar keinginan.
Saya teringat dengan peristiwa tulis menulis wishlist ini. Waktu itu, anak kedua saya, Mas Hasan, mendapat tugas dari gurunya untuk menuliskan lima keinginannya di atas kertas dan menempelkan nya di dinding kamar. Salah satu wishlist nya adalah ‘ ingin mempunyai sepeda polygon. Pada waktu itu memang dia sudah punya sepeda tetapi bukan polygon, dan sudah ada masalah dengan stang setirnya yang bengkok. Intinya, Mas Hasan ingin punya sepeda polygon.
Setelah wishlist itu ditempel, apa yang terjadi? Dalam waktu yang tidak lama, mungkin sepekan setelah itu, salah satu wishlist nya menjadi kenyataan. Ya, sebuah sepeda polygon telah ia dapatkan. Kok bisa ya? Ya bisa, karena orang tua nya membelikan sepeda itu.
“Ohh pantas saja”, orang bilang. Ya memang pantas kalau orang tua membelikan anaknya sebuah sepeda, tetapi apakah akan begitu..? Allahu a’lamu. Yang menarik bagi saya adalah periode atau mekanisme terdapatnya  salah satu wishlist tersebut.
More later, insya Allah, sekarang mesti ke kantor dulu.. :)

Menjajal WordPress for Android

Sebenarnya sudah lama saya ingin merasakan kehebatan WordPress versi mobile, namun belum pernah melakukan posting blog. Beberapa waktu lalu saya sudah menginstall wordpress for blackberry, tapi belum sempat posting, sudah kepincut dengan Android, jadinya ya install wordpress for android.
Secara tampilan sekilas, wordpress for android terlihat mirip atau setidaknya terlihat friendly bagi saya, sehingga tidak perlu penyesuaian yang berarti. Tampilan nya sederhana dan nyaman di mata. Hanya tombol2 untuk posting lebih sedikit, hanya ada beberapa tombol editing seperti bold, italic, dsb.. Maklum, namanya juga versi mobile.
Sementara ini dulu yang bisa saya tulis. Lumayan capek juga tangan menyesuaikan dengan model pengetikan swype gaya Samsung SGS ini. Walaupun relatif lebih cepat, namun tetap saja memerlukan penyesuaian.